Sel. Apr 7th, 2020

Dugaan Ijazah Palsu Kades “Menjamur”

Ilustrasi. FOTO/NET

SultimNews.id, SALAKAN- Kasus dugaan ijazah palsu mulai menjamur disejumlah desa peserta Pemilihan Kepala Desa Serentak (Pilkades) serentak gelombang kedua tahun 2018 di Kabupaten Banggai Kepulauan (Bangkep).

Setelah Desa Tatakalai, Kecamatan Tinangkung Utara, kasus serupa kini menyeret nama kepala Desa Lalom, Kecamatan Tinangkung Utara. Kades tersebut dilaporkan memalsukan ijazah SMA untuk meloloskan diri sebagai peserta Pilkades.

Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (PMD) Kabupaten Bangkep, Rahmad Labou yang dikonfi rmasi di ruang kerjanya, Rabu (28/8/2019), mengatakan, masalah tersebut tengah ditangani kepolisian Polres Bangkep. “Sedang diproses,” tegas Rahmad.

Rahmat mengaku telah menerima informasi tersebut sejak beberapa waktu lalu. Meski demikian, sampai dengan kemarin PMD belum menyikapi persoalan itu atau ditindaklanjuti kepada pimpinan daerah maupun kecamatan terkait.

“Kasus ini sama seperti yang terjadi di Desa Tatakalai. Hanya saja bedanya, kasus di Tatakalai telah berkekuatan hukum setelah pengadilan mengeluarkan putusan inkrah,” jelas Rahmad.

PMD telah melayangkan telaan staf kepada pimpinan daerah, namun tidak bagi Desa Lalom. Alasannya, proses hukum Kades Lalom sedang berlangsung sehingga belum dikuatkan dengan kepastian status.

“Sekalipun nantinya Kades Lalom ditetapkan sebagai tersangka kami tidak bisa langsung mencopot lalu menunjuk penjabat (Pj) atau pelaksana tugas (Plt). Sebab ini kasus yang mengarah pada administrasi Pilkades, bukan penyimpangan pengelolaan anggaran desa atau kebijakan lainnya,” terangnya.

Kalau toh nantinya Kades Lalom terbukti bersalah dengan diperkuat putusan inkrah pengadilan, Rahman menyatakan, bahwa pihaknya tidak berwenang untuk mencopot.

“Wewenang kami hanya memfasilitasi untuk disikapi oleh pimpinan daerah, sebab soal urusan mencopot adalah hak kepala daerah,” katanya.

Senin awal pekan ini, Kepala Kantor Perwakilan Kejaksaan Negeri (Kejari) Banggai Laut di Salakan, Suwaskito Wibowo menginformasikan, bahwa lembaganya melalui Kasi Pidum telah menyurat untuk penanganan Kades Tatakalai.

“Pak Kasi Pidum masih sakit. Tapi beliu sudah membuat surat. Suratnya mungkin akan diserahkan ke saya untuk kemudian ditindaklanjuti,” singkatnya. (man)

error: Content is protected !!