Sel. Apr 7th, 2020

Disnak dan Keswan Banggai Beri Vaksin 256 Ekor Hewan Peliharaan

SOSIALISASI DAN PENYULUHAN: Kepala Disnak dan Keswan Kabupaten Banggai, Ir. Ferlin Monggesang MSi melaksanakan sosialisasi dan penyuluhan penyakit rabies dan pencegahannya ke masyarakat di Kecamatan Lamala, Rabu (16/10). [Foto: Istimewa]

SultimNews.id, LUWUK-Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (Disnak dan Keswan) Kabupaten Banggai berhasil mengumpulkan 256 ekor hewan peliharaan dari 12 desa di Kecamatan Lamala, untuk diberikan vaksin rabies, Rabu (16/10) hingga Sabtu (19/10). Sebanyak 256 ekor hewan peliharaan itu terdiri dari anjing, kucing dan kera, yang berpotensi terjangkit virus rabies.

Sebelum melakukan vaksinasi rabies, terlebih dahulu dilakukan sosialisasi dan penyuluhan penyakit rabies dan pencegahannya ke masyarakat di Kecamatan Lamala. Sosialisasi dan penyuluhan ini dipimpin langsung oleh Kepala Disnak dan Keswan Kabupaten Banggai, Ir. Ferlin Monggesang MSi. Sosialisasi dan penyuluhan tersebut untuk membangun kesadaran masyarakat bahwa rabies dapat dicegah penyebarannya dengan penerapan vaksin yang disiplin dan berkelanjutan.

Diharapkan, dengan adanya vaksinasi rabies terhadap hewan peliharaan dapat meminimalisir penyebaran rabies di Kabupaten Banggai, khususnya di Kecamatan Lamala. Vaksin rabies sendiri sangat berarti bagi masyarakat agar bisa terhindar dari rabies.

“Kegiatan ini merupakan salah satu bentuk perhatian Bupati dan Wakil Bupati Banggai yang ingin masyarakatnya terhindar dari penyakit rabies, sekaligus mewujudkan Indonesia bebas rabies tahun 2026,” ujar Ir. Ferlin Monggesang MSi, kemarin.

Sementara itu, Dokter Hewan, Disnak dan Keswan Kabupaten Banggai, Sulistia mengatakan, pada kegiatan vaksinasi tersebut, pemilik hewan mengantarkann langsung hewan peliharaannya untuk divaksin. “Iya. Ada yang langsung diantarkan pemiliknya, ada juga yang kita datangi,” terangnya.

Penyakit rabies harus menjadi perhatian serius. Sebab, sangat berbahaya jika terinveksi ke manusia. Sejak Januari hingga Juli 2019 lalu, sudah ada 118 orang yang dilaporkan terkena virus rabies. “Dari Juli sampai sekarang ada lagi,” terangnya.

Menurutnya, korban jiwa akibat penyakit rabies terus berjatuhan setiap tahunnya. Olehnya, langka pencegahan perlu dilakukan dengan melakukan vaksinasi terhadap hewan peliharaan atau hewan liar yang terindah rabies.

“Setiap tahun ada yang meninggal karena rabies. Makanya, pencegahan perlu dilakukan. Tapi bukan dengan cara memusnakan hewan rabies, tapi menghilangkan virus rabiesnya dengan cara vaksinasi,” jelasnya. (and)

error: Content is protected !!