Sab. Apr 4th, 2020

Sekprov Sulteng Akui Minat Baca belum Membudaya, Kades Disarankan Membuat Buku

PERPUSTAKAAN: Sekretaris Provinsi Sulteng Hidayat Lamakarate sebagai keynote speaker pada kegiatan pengembangan perpustakaan inklusi di kabupaten Sigi, Rabu (30/10). (Foto Humas Pemprov Sulteng)

SultimNews.id, PALU- Dalam rangka meningkatkan budaya baca di desa, Dinas Perpustakaan, Arsip dan Dokumentasi Provinsi Sulteng menggelar sosialisasi pengembangan perpustakaan berbasis inklusi sosial bagi Kepala Desa se Kabupaten Sigi, Rabu (30/10).

Sosialisasi dihadiri lebih kurang 176 kades dan dibuka oleh Sekretaris Provinsi (Sekprov) Sulteng Dr. H. Moh. Hidayat Lamakarate, M.Si.

Minat baca diakui Sekprov belum terlalu membudaya di masyarakat. Bahkan kehadiran pojok baca di kantor-kantor pemerintahan belum signifikan mendongkrak budaya cerdas itu di kalangan pegawai.

Oleh karena itu, untuk merangsang minat baca maka koleksi buku perpustakaan desa mesti relevan dengan informasi apa yang dibutuhkan masyarakat. “Supaya mereka mau datang dan merasakan manfaat perpustakaan desa,” usulnya ke peserta.

Ia juga mendorong supaya kades membuat buku yang merekam kiprah kepemimpinan kades dalam memajukan wilayahnya. “Jadi ada _before-after_, sebelum saudara memimpin keadaan desa bagaimana dan setelahnya, hasil-hasil seperti apa pula yang sudah berhasil dibuat,” jelas Sekprov tentang konten buku yang Ia harapkan.

Sebelumnya dari laporan panitia oleh Dr. Rohani Mastura, di Kabupaten Sigi sudah ada 5 dari 176 desa yang mengembangkan perpustakaan inklusi.

Dengan konsep ini maka perpustakaan dapat menjadi wahana pembelajaran dan pemberdayaan menuju kesejahteraan masyarakat. (bas)

error: Content is protected !!