Sel. Apr 7th, 2020

Diupah Rp200 Ribu Pasang Baliho, Nyawa Tukang Ojek Nyaris Melayang

EVAKUASI: Petugas PLN bersama warga setempat mengevakuasi korban lalu dilarikan ke RSUD Trikora Salakan, tadi malam. FOTO/ISTIMEWA

SultimNews.id, LUWUK— Nyawa Rahmat (38) nyaris melayang lantaran kesetrum saat memasang baliho acara Festifal Malabot Tumbe, di pertigaan jalan desa Bongganan, Kecamatan Tinangkung, Kabupaten Banggai Kepulauan, Selasa malam (12/11) sekitar pukul 19.45 wita.

Parahnya lagi, pria yang berprofesi sebagai tukang ojek itu, hanya diberikan upah Rp200 ribu.

Danramil 1308-10/Salakan, Kapten Inf. Abdul Azis, mengungkapkan, saat korban memasang baliho dari Kabupaten Banggai Laut di kota Salakan itu, korban tidak sengaja memasang kabel yang terbentang.

“Korban pun kesetrum, lalu jatuh hingga tak sadarkan diri. Korban langsung dilarikan ke RSUD Trikoran Salakan untuk mendapatkan pertolongan medis,” ungkapnya, tadi malam.

Dikatakan, korban sebelumnya mendapat orderan pemasangan baliho dari panitia adat Festifal Malabot Tumbe dari Kabupaten Banggai Laut  dengan upah  Rp200 ribu. “Kejadian ini sedang ditangani pihak kepolisian,” tuturnya.

Sementara itu, menurut keterangan sejumlah saksi mata yang merupakan rekan korban saat ditemui di lokasi kejadian, menyatakan, korban tidak sengaja menyentuh kabel telanjang ketika menjangkau pemasangan baliho bagian puncak papan reklame.

Saat itu juga, tangan korban langsung terlepas dari pegangannya. “Untungnya tidak langsung jatuh ke tanah. Dia tergantung di sela-sela besi bagian belakang papan reklame,” cerita saksi.

Korban yang mengalami luka bakar di tangannya itu langsung dilarikan ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Trikora Salakan. “Usai kejadian dia langsung dilarikan warga. Selain tangan, kakinya juga luka bekas benturan besi papan reklame,” jelas saksi.

Terpisah, Koordinator Sub Rayon PLN Salakan, Rahmat, yang dikonfirmasi sesaat setelah kejadian memastikan, bahwa korban bukanlah pegawai PLN. Dia bahkan mengaku pihaknya belum mengantongi informasi lanjut soal kejadian itu.

Menurutnya, korban menyentuh kabel saluran udara bertegangan tinggi. Sentuhan itulah yang secara otomatis menyebabkan pemadaman tiba-tiba. “Durasi pemadaman sekitar 30 menit karena petugas langsung melakukan evakuasi,” jelasnya.

Dia memastikan, kejadian itu tidak berdampak kerusakan terhadap jaringan listrik. Pemadaman tersebut hanya terjadi di areal Kota Salakan. “Sudah ditangani. Tidak ada kerusakan dan tidak akan ada pemadaman akibat kejadian itu,” pungkasnya. (awi/iman)

error: Content is protected !!