Sab. Apr 4th, 2020

PKS Sambut NasDem jadi Oposisi

Mardani Ali Sera

SultimNews.id, JAKARTA – Ketua Dewan Pimpinan Pusat Partai Keadilan Sejahtera (DPP PKS) Mardani Ali Sera tidak mempersoalkan berbagai tafsir dari masyarakat atas pertemuan antara Ketua Umum Partai Nasional Demokrat (NasDem) Surya Paloh dan Presiden PKS Sohibul Iman.

“Kalau tafsir kan kami tidak bisa memaksakan kehendak, jadi monggo saja,” kata Mardani di Kompleks Parlemen, Jakarta, Kamis (31/10).

Secara pribadi, Mardani menilai ada beberapa hal yang bisa dilihat dari pertemuan tersebut. Misalnya, mereka pengin membangun silaturahmi kebangsaan karena bangsa ini besar dan permasalahannya juga besar. Menurut Mardani, walaupun berbeda sikap, tetapi silaturahmi harus jalan.

“Kedua belah pihak menghormati pilihan. PKS kami tetap oposisi, NasDem sementara di dalam sehingga masing-masing kami hargai,” ujarnya.

Kedua, pihaknya sepakat bahwa masalah-masalah fundamental negeri ini mulai dari konsisi ekonomi, masyarakat yang terbelah, sampai demokrasi yang masih prosedural memerlukan terobosan-terobosan.

Menurut Mardani, hal ini memerlukan kerja sama dan kesepahaman dari semua partai, meskipun posisinya mungkin berbeda.

“Namun, dengan dialog bisa lebih memudahkan dalam mencapai titik temu,” katanya.

Lebih lanjut Mardani menyatakan pihaknya menyerahkan sikap sepenuhnya kepada Partai NasDem. Menurut dia, PKS menyambut dengan tangan terbuka bagi siapa pun yang pengin menjadi kekuatan penyeimbang.

“Karena PKS jelas dari awal karena seluruh partai pengusung Prabowo Subianto – Sandiaga Uno sebenarnya menjadi kekuatan penyeimbang. Bahasa kami, saya oposisi,” jelasnya.

Menurut Mardani, hal ini karena proposoalnya Prabowo soal bangsa ini berbeda dengan Joko Widodo – KH Ma’ruf Amin. Hanya saja, kata dia, pihaknya belum melihat siapa yang pengin jadi kekuatan penyeimbang atau oposisi.

“Sementara PKS sudah istikamah kami oposisi. Jadi, siapa pun baik di dalam maupun di luar, kalau memang mau menjadi kekuatan penyeimbang kami (sambut) dengan tangan terbuka,” katanya. (boy/jpnn)

error: Content is protected !!