Sel. Apr 7th, 2020

Jelang Pilkada Banggai, Anggaran Kecamatan Rawan Disalahgunakan

Ilustrasi/Net

SultimNews.id, LUWUK— Polres Banggai atau Kejaksaan Negeri Banggai diminta untuk mengawasi ketat kebijakan pemerintah daerah yang menggelontorkan anggaran di setiap kecamatan mencapai Rp2 hingga 4 miliar.

Pasalnya, dikhawatirkan bisa disalahgunakan. Apal agi, menjelang pemilihan kepala daerah (Pilkada) Banggai 2020.

“Dana ini harus benar-benar terdistribusi dengan baik untuk kepentingan kesejahteraan masyarakat. Takutnya jangan sampai disalahgunakan, apalagi sekarang ada momentum pilkada,” kata aktivis Gabungan Aktivis Manthailobo (GAM) Muh Akli Suong, siang tadi (21/2/2020).

Dia menilai kebijakan ini cukup baik demi mendorong peran Camat dalam mendesain perencanaan wilayahnya, apalagi menyangkut program-program strategis yang dapat mendongkrak kesejahteraan masyarakat.

Namun harus tepat sasaran. “Jangan sampai anggaran itu hanya untuk sosialisasi dengan motif politik. Makanya, polisi dan kejaksaan harus mengawasi anggaran ini,” tandas akademisi Untika Luwuk itu.

Bila kedapatan anggaran tersebut digunakan dengan motif politik, maka harus ditindak tegas sesuai hukum yang berlaku.

Sebelumnya, Bupati Banggai Herwin Yatim menyatakan, tahun ini pemerintah daerah dalam sistim perencanaan pembangunan telah mendorong peran camat dalam mendesain perencanaan wilayahnya, yang dimasukan dalam Pagu Indikatif Kewilayahan (PIK).

“Kami menggelontorkan minimal anggaran kecamatan itu Rp2 miliar, dan pagu kecamatan yang paling besar itu adalah Rp4 milair yang diperhitungkan sesuai jumlah desa dalam kecamatan. Ini adalah bentuk penguatan kepada Camat dalam mengintervensi pembangunan skala prioritas  di wilayahnya,” tandas bupati saat Musrenbang RKPD di kecamatan Lobu, belum lama ini. (awi/bdi)

error: Content is protected !!