Sel. Apr 7th, 2020

Rawan Kecelakaan, Material Lumpur di Ruas Jalan Menuju Bandara Luwuk Dibersihkan

Kasat Lantas Polres Banggai AKP Muhammad Fadhlan bersama OPD terkait saat membersihkan material lumpur di jalan nasional Kelurahan Tanjug Tuwis, Kecamatan Luwuk Selatan, siang tadi. [Foto: Asnawi]

SultimNews.id, LUWUK— Material lumpur yang menutupi separuh badan jalan Trans Sulawesi di Kelurahan Tanjung Tuwis dan Desa Bubung, Kecamatan Luwuk Selatan, Kabupaten Banggai sangat rawan menimbulkan kecelakaan.

Kepala Satuan Lalu Lintas Polres Banggai AKP Muhammad Fadhlan, menyatakan, sejumlah pengendara sudah menjadi korban akibat jalan tertutup material lumpur di jalan nasional tersebut.

“Menurut informasi warga, ada yang kecelakaan karena tidak mengetahui jalan ini tertutup lumpur berbatu,” ungkap dia, pagi tadi (21/2/2020).

Atas informasi itu, kata dia, pihaknya langsung berkoordinasi dengan OPD terkait lalu membersihkan material lumpur di empat titik ruas jalan menuju Bandara Syukuran Aminuddin Amir Luwuk tersebut.

“Dua sudah dibersihkan yang dekat bandara. Ada satu titik yang paling parah di depan waterboom kilo 8 dan sementara dalam proses pembersihan,” tutur Fadhlan.

Ini dilakukan sebagai langkah pencegahan kecelakaan lalu lintas. Sebab sebelumnya, ada kecelakaan akibat jalan rusak hingga menelan korban jiwa di Kecamatan Pagimana, belum lama ini.

“Kalau tidak segera dibersihkan maka bisa menelan korban yang lebih banyak lagi,” tutur perwira tiga balak ini.

Dia menambahkan, pihaknya sudah berkoordinasi dengan pihak terkait untuk mengantisipasi material susulan saat hujan. Menurutnya, harus dibuatkan drainase agar material tidak lagi tumpah ke badan jalan.

“Kalau tidak, maka setiap kali hujan pasti kiriman material selalu menutup badan jalan. Nah, ini berbahaya bagi keselamatan pengendara,” papar Fadhlan.

Selain itu, Fadhlan mengharapkan peran masyarakat untuk memberikan informasi bila ada jalan berlubang maupun tertutup material yang berpotensi menimbulkan kecelakaan lalu lintas.

“Kami harapkan juga peran aktif pemerintah desa maupun kecematan. Bila ada jalan rusak, mohon inisatif untuk diperbaiki,” kata Fadhlan. (awi)

error: Content is protected !!