Ming. Mar 29th, 2020

BSM Cabang Luwuk Terancam Ditinggal Nasabah

Ilustrasi/Net

“Pihak bank harus memberikan penjelasan secara detail kepada nasabah tentang jaminan kaamanan uang tabungan mereka. Jika tidak, akan terjadi penarikan dana nasabah secara massal untuk dipindahkan ke bank lain” SUTRISNO K. DJAWA

SultimNews.id, LUWUK- Kasus dugaan pembobolan rekening tabungan nasabah senilai Rp800 juta lebih di Bank Syariah Mandiri (BSM) Cabang Luwuk tak bisa dianggap sepele.

Akademisi di Universitas Muhammadiyah (Unismuh) Luwuk, Sutrisno K. Djawa, mengatakan, BSM bakal ditinggal nasabahnya sendiri jika pihak bank tidak memberikan jaminan keamanan tabungan atau uang milik para nasabah.

“Pihak bank harus memberikan penjelasan secara detail kepada nasabah tentang jaminan kaamanan uang tabungan mereka. Jika tidak, akan terjadi penarikan dana nasabah secara massal untuk dipindahkan ke bank lain,” ujarnya, Kamis pekan lalu.

Menurutnya, para nasabah menabung uangnya ke perbankan atas dasar kepercayaan. Kasus dugaan pembobolan uang tabungan nasabah di BSM akan menurunkan tingkat kepercayaan nasabah ke BSM. “Karena itu, ada kewajiban BSM untuk memberikan jaminan ke nasabah. Jika tidak, nasabah akan lari dan BSM di Luwuk bisa kolaps,” jelas Wakil Rektor 2 ini.

Akademisi lainnya, Mustafa Abdul Rahim berpendapat, bobolnya uang tabungan nasabah sebagai bukti lemahnya sistem keamanan tabungan nasabah di BSM. “Setahu saya hanya nasabah yang bersangkutan yang bisa menarik dana tabungannya. Apalagi dengan jumlah yang cukup besar,” ujarnya.

Ia menduga, pelaku pembobolan uang tabungan nasabah itu tidak hanya dilakukan oleh satu orang. “Tidak mungkin pelakunya hanya staf. Bisa saja ada keterlibatan pejabat BSM karena yang lebih mengetahui sistem keamanan di bank itu adalah petinggi-petinggi di dalamnya,” tandasnya. (and/awi)

Pertemuan BSM Luwuk dengan Nasabah Belum Membuahkan Hasil

error: Content is protected !!