Ming. Mar 29th, 2020

BSM Klarifikasi Dugaan Kebobolan Nasabah Rp800 Juta di Luwuk

Sekretaris Perusahaan Bank Syariah Mandiri Ahmad Reza. Foto: Istimewa

SultimNews.id, LUWUK- Bank Syariah Mandiri (BSM) mengklarifikasi terkait pemberitaan dugaan pembobolan rekening nasabah di BSM Cabang Luwuk, Kabupaten Banggai, Sulawesi Tengah.

Sekretaris Perusahaan Bank Syariah Mandiri Ahmad Reza menjelaskan, bahwa kasus tersebut terungkap setelah adanya audit internal yang dilakukan secara rutin dan menemukan peristiwa terindikasi pelanggaran hukum yang dilakukan oknum karyawan berinisial MAP pada 2017-2018 lalu.

“Menindaklanjuti indikasi tersebut, Bank Syariah Mandiri kemudian melaporkan perbuatan MAP kepada pihak berwajib untuk diproses sesuai ketentuan hukum yang berlaku. Bank juga telah menindak tegas oknum pegawai tersebut, yang terbukti melakukan pelanggaran hukum baik pidana maupun perdata,” jelas Ahmad Reza melalui rilis tertulis yang diterima redaksi SultimNews.id, Selasa (25/2/2020).

Berita Terkait: Bank Syariah Mandiri Luwuk Diduga Bobol Dana Nasabah Mencapai Rp800 Juta

Atas laporan dari BSM, saat ini pihak berwajib dalam hal ini Polda Sulawesi Tengah sedang melakukan pemeriksaan dan proses hukum terhadap MAP, termasuk melakukan penyelidikan Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) yang dilakukan MAP. BSM berharap agar kasus ini dapat segera disidangkan untuk memperjelas duduk perkara yang sesungguhnya.

Lebih lanjut Ahmad Reza mengatakan, bahwa sebagai entitas hukum, Bank Syariah Mandiri senantiasa menjunjung tinggi prinsip hukun hukum dan menegakkan integritas serta Good Corporate Governance (GCG) di dalam menjalankan bisnis bank. Bank akan menghormati dan mendukung proses hukum yang berjalan dan bersedia membantu proses penegakan hukum hingga kasus ini memiliki keputusan hukum berkekuatan tetap.

Selain itu, Ahmad Reza menjelaskan, Bank Syariah Mandiri memastikan dan menjamin seluruh dana nasabah tetap aman, termasuk emas yang dititipkan atau digadaikan ke bank. BSM akan segera melakukan penyelesaian permasalahan dengan nasabah setelah memperoleh kejelasan dari proses hukum yang sedang berjalan.

“Kami akan berkomunikasi secara langsung dengan nasabah guna memberikan penjelasan bahwa emas milik mereka tetap aman,” jelas Ahmad Reza. (*/awi)

error: Content is protected !!