Jum. Feb 21st, 2020

Caleg PDIP Urungkan Niat Daftar Gugatan ke Bawaslu, Ada Apa?

Kampanye PDIP. (Foto: Internet)

SultimNews.id, LUWUK—Polemik di internal PDIP terkait perolehan suara hasil pemilu di dapil 4, sepertinya berakhir. Caleg PDIP dapil Banggai 4, H. Djamaluddin, mengurungkan niatnya mendaftarkan sengketa proses pemilu ke Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Banggai.

Kabar ini disampaikan kuasa hukumnya, Aswan Ali dalam keterangan pers kepada media ini, Sabtu (18/5/2019).

“Klien saya mengurungkan niatnya mempersoalkan proses rekapitulasi perolehan suara oleh KPU Banggai. Bukan disebabkan karena tidak memiliki bukti-bukti pendukung. Tetapi karena mempertimbangkan loyalitas dan kepatuhan kader kepada pimpinan parpol,” ujar Aswan Ali.

Menurutnya, sebelum mengambil langkah tersebut, pihaknya sudah menyiapkan surat permohonan dan bukti-bukti materil untuk didaftarkan ke Bawaslu tanggal 17 Mei lalu. Dalam perjalanan untuk mendaftarkan sengketa proses Pemilu ke Bawaslu, tiba-tiba saya ditelepon Pak Haji Djamal (sapaannya) yang meminta agar saya kembali dulu ke rumahnya. Ternyata, kliennya memperlihatkan pesan melalui WA, berasal dari pengurus DPP PDIP yang diteruskan oleh DPD PDIP Sulteng.

“Intinya meminta jajaran pengurus DPC kabupaten, terutama para kader yang menjadi caleg agar supaya tetap menjaga kesolidan dan tidak melakukan hal-hal yang dapat memicu permasalahan internal menjelang penetapan hasil pileg dan pilpres,” jelas Aswan mengutip isi pesan.

Pengacara dan aktivis LSM itu menyebutkan, berdasarkan bukti-bukti yang dimiliki, perolehan suara kliennya itu berpotensi menaikkan peringkat kliennya dalam penentuan perolehan suara terbanyak. “Itulah pengorbanan, sekaligus sikap kesetiaan Pak Haji Djamal pada pimpinan parpol”, imbuhnya.

Sesuai rekapitulasi penghitungan perolehan suara yang dilakukan KPU Banggai, diketahui perolehan suara diri Caleg PDIP nomor urut 7 ini 2.815 suara. Angka itu berada pada peringkat kelima perolehan suara terbanyak.

Namun, menurut Aswan, setelah dilakukan simulasi penghitungan kembali berdasarkan data C-1 dan laporan Panwascam yang terkumpul, lalu dibandingkan dengan data hasil rekap dalam DB-1, ternyata terdapat selisih angka perolehan suara caleg tertentu yang mengindikasikan adanya penggelembungan suara.

Sebetulnya, lanjut Aswan, peringkat perolehan suara terbanyak Pak Haji Djamal berpotensi untuk dinaikkan ke peringkat keempat, namun karena kliennya itu sudah bersikap legowo demi soliditas internal kader, sehingga peluang itu dilepaskan.

“Itulah sikap kesatria Pak Haji Djamal, selain tampil menjadi caleg penyumbang suara signifikan sehingga PDIP dipastikan memperoleh 4 kursi di dapil 4, ia juga mampu menempatkan kepentingan kolektif diatas kepentingan pribadinya, meski itu merugikan dirinya sendiri,” tutup Aswan sembari menambahkan, kliennya berpesan kepada rekan- rekannya yang terpilih menjadi aleg agar jangan pernah melupakan aspirasi rakyat, khususnya para konstituen dapil 4.

MENGALAH UNTUK MENANG

Ditemui terpisah, Haji Djamal memperkuat informasi kuasa hukumnya itu. “Iya, saya tidak jadi membawa persoalan ini ke Bawaslu,” ucap Haji Djamal.

Alasan Djamal seirama dengan Aswan. “Partai tidak ingin ada polemik di internal. Makanya saya diminta legowo. Langkah yang saya lakukan ini, tak lain mengalah untuk menang,” ucap Haji Djamal.

Yang jelas sambung mantan pejabat birokrasi di lingkup Pemda Banggai ini, hal ini bisa menjadi pembelajaran penting kedepan, ketika saya masih diberi kesempatan untuk menjadi caleg. (yan)

error: Content is protected !!