Jum. Feb 21st, 2020

Elpiji 3 Kilogram Dijual Secara Online di Forum Jual Beli Luwuk, Harganya Diatas HET

SultimNews.id, LUWUK-Kelangkaan elpiji 3 kilogram masih dialami masyarakat Kabupaten Banggai. Di sisi lain, elpiji bersubsidi itu dijual bebas secara online melalui media sosial (medsos) Facebook.

Salah satu akun Facebook menjual elpiji 3 kilogram secara terang-terangan. Akun Facebook Vhy Viny salah satunya. Dalam postingannya di Forum Jual Beli Luwuk, itu, dipajang puluhan tabung elpiji 3 kilogram dengan harga Rp 30 ribu per tabung, atau jauh di atas Harga Eceran Tertinggi (HET) yang ditetapkan pemerintah.

“Ready gas 3kg harga 30rb soalnya stgahmati bacari yg mau sj inbox TIDAK DELIVERY EEEEE alamat jaltes samping amik nurmal,” tulis akun Facebook Vhy Viny di Forum Jual Beli Luwuk.

Tak hanya itu, akun Facebook lainnya, Ratna Maskita juga menjual elpiji 3 kilogram secara online melalui Facebook di Forum Jual Beli Luwuk seharga Rp 35 ribu per tabung. Anehnya, dalam caption fotonya, dijelaskan bahwa elpiji bersubsidi yang ia jual bukan berada di pangkalan. “Melayani yg butuh saja gas 3kg bukan pangkalan ya,” tulisnya.

Meski dijual lebih tinggi dari HET yang ditetapkan pemerintah, nyatanya elpiji bersubsidi yang dijual online itu menjadi buruan masyarakat. Hal ini menggambarkan bahwa elpiji bersubsidi tersebut masih sangat langka dan dibutuhkan masyarakat.

Penjualan elpiji 3 kilogram melalui online ditanggapi warga Kecamatan Luwuk Utara, Arman. Pria yang juga buruh di Pelabuhan Rakyat Luwuk ini mengaku prihatin atas kondisi tersebut. “Itu (elpiji 3 kilogram, red) barang subsidi. Sudah jelas tertulis untuk masyarakat miskin. Tapi ini justru dijual bebas secara online. Saya merasa aneh sekaligus prihatin atas kondisi ini,” ujarnya.

Diketahui, setiap daerah ada kuota elpiji 3 kilogram yang disalurkan pihak Pertamina selama sebulan. Jumlah penerima-nya juga sudah ditentukan oleh pemerintah daerah setempat.

Dalam ketentuannya, yakni pasal 20 ayat (2) Peraturan Menteri ESDM Nomor 26 Tahun 2009 disebutkan bahwa sasaran pengguna elpiji bersubsidi ialah masyarakat yang maksimal memiliki pendapatan sebesar Rp 1,5 juta per bulan.

Jika elpiji bersubsidi dijual secara bebas, apalagi dijual melalui online, maka akan berpotensi terjadi kelangkaan. Kondisi itu tentu akan meresahkan masyarakat yang saat ini ketergantungan dengan elpiji bersubsidi. (and)

error: Content is protected !!