Mon. May 25th, 2020

Kuota Elpiji Cukup tapi Langka

HABIS: Salah satu pangkalan elpiji bersubsidi di kota Luwuk yang kehabisan stok. [Foto: Dok Harian Luwuk Post]

SULTIMNEWS.ID, BANGGAI- Di tingkat pangkalan, elpiji 3 kilogram untuk warga miskin sudah sangat susah ditemukan. Jika ada, harga yang ditawarkan mencapai Rp 25 ribu per tabung.

Informasi yang dihimpun Harian Luwuk Post dari salah seorang yang tidak ingin namanya dikorankan menyebutkan, kuota gas yang diperuntukkan bagi warga miskin ini sebenarnya cukup. Namun, warga Kabupaten Banggai, khususnya di seputaran kota Luwuk, masih kesulitan mendapatkan tabung Melon tersebut. Lalu, apa yang menyebabkan adanya kelangkaan?. “Sebenarnya tidak langka. Kuota cukup,” ujarnya, Minggu (10/5).

Dia menjelaskan, kelangkaan elpiji bersubsidi lantaran distribusi yang tidak merata ke tingkat pangakalan. Bahkan, alokasi jatah pangkalan dilakukan hanya tiga kali dalam sebulan. Hal ini dikarenakan oknum agen maupun sopir pengangkut elpiji “nakal” yang juga berperan sebagai pangakalan.

“Kenapa gas tidak diantar ke pangkalan? Sebab, dialihkan penyalurannya oleh pihak agen dan sopir ke agen sebagai pangkalan, dan pangkalan yang pekerjaannya sopir gas elpiji. Inilah kenapa elpiji sepertinya langka, padahal pindah tempat,” tandasnya.

Branch Manager PT Pertamina (Persero) Luwuk, Atas Hasibuan, saat dikonfirmasi via WhatsApp terkait persoalan tersebut enggan berkomentar. Ia justru menyarankan agar wartawan meminta konfirmasi langsung ke Humas Pertamina Mor VII Sulawesi, Hatim Ilwan. “Untuk komunikasi dengan media terkait informasi dan klarifikasi merupakan wewenang dari tim comrel (humas) Mor VII,” katanya.

Pun begitu dengan Humas Pertamina Mor VII Sulawesi, Hatim Ilwan, yang dihubungi wartawan terkait kelangkaan dan penjualan elpiji bersubsidi di atas HET. Tanpa memberi penjelasan, Hatim Ilwan justru menanyakan kembali lokasi kelangkaan elpiji dan pangakalan yang menjual elpiji di atas HET. Sementara pertanyaan soal oknum agen dan sopir elpiji nakal yang diduga ikut berperan sebagai pangkalan tak mendapat jawaban. (and)