Mon. May 25th, 2020

Kuota Siswa Baru SMAN 3 Luwuk Hanya 288 Orang

Kepala SMAN 3 Luwuk, Annia

SultimNews.id, BANGGAI-SMA Negeri 3 Luwuk telah membuka pendaftaran siswa baru secara online. Untuk tahun akademik 2020-2021 ini, siswa baru yang diterima hanya 288 orang.

Kepala SMAN 3 Luwuk, Ania mengatakan, jumlah siswa baru yang terima disesuaikan dengan jumlah rombongan belajar yang tersedia, yakni 8 kelas. “Satu kelas hanya bisa menampung 36 siswa,” kata Ania saat dihubungi.

Selain menetapkan jumlah kuota yang diterima, proses penerimaan siswa baru juga dilakukan berdasarkan empat jalur. Pertama jalur zonasi, kedua prestasi, jalur afirmasi dan jalur perpindahan tugas orang tua.

Untuk jalur zonasi tersebut, SMAN 3 hanya menerima siswa yang berasal dari kecamatan Luwuk Utara, Luwuk, Luwuk selatan dan Kecamatan Nambo. Sementara untuk jalur prestasi tidak dibatasi oleh wilayah. Semua kecamatan bisa mendaftar. “Untuk jalur afirmasi yakni siswa yang memiliki KIP dan semacamnya. Namun wilayahnya masih di kecamatan Luwuk Utara, Luwuk, Luwuk selatan dan Kecamatan Nambo,” jelasnya.

Sementara itu, untuk jadwal penerimaan siswa baru dibuka dari 15 Mei hingga 17 Juni 2020. Kemudian verifikasi berkas dari 18 Juni hingga 24 Juni 2020. Selanjutnya, pengenalan lingkungan sekolah dari 8 Juli hingga 10 Juli 2020.

Diketahui, meskipun saat ini terjadi pandemi Covid-19, namun tidak membuat Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) berniat mengubah jadwal kalender akademik pendidikan. Tahun ajaran baru 2020/2021 tetap dibuka pada pertengahan Juli. Bahkan pengumuman Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) pun telah dimulai.

Dilansir dari JawaPos.com, Plt Direktur Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Menengah (PAUD Dikdasmen) Hamid Muhammad menuturkan, pengumuman PPDB harusnya sudah mulai dilakukan sejak minggu pertama Mei 2020. PPDB berlangsung setidaknya hingga minggu pertama Juli 2020.

”Untuk juknis (pendaftaran PPDB, red) diterbitkan oleh masing-masing daerah berdasarkan Permendikbud No 44 Tahun 2019 dan SE Mendikbud No 4 Tahun 2020,” tuturnya.

Sebagai informasi, Permendikbud No 44 Tahun 2019 mengatur tentang PPDB. Dalam aturan itu disebutkan bahwa sistem zonasi masih jadi acuan utama dalam PPDB.

Perlu diingat, ada perubahan besaran kuota yang ditetapkan. Bila sebelumnya, kuota jalur zonasi adalah minimal 80 persen dan sisanya diperuntukkan untuk jalur prestasi dan jalur perpindahan. Tahun ini kuota jalur zonasi hanya sebesar 50 persen. Kemudian sisanya, kuota afirmasi 15 persen, pindahan 5 persen, dan jalur prestasi 30 persen. (say)