Mon. May 25th, 2020

Pemkot Palu Siapkan BPJS Rp 30 Miliar, Untuk Pelayanan Ruang Kelas 3 di Rumah Sakit

Wali Kota Palu, Drs Hidayat, saat silaturahmi bersama warga Duyu, Selasa (19/5/2020) malam. [Foto Humas Pemkot Palu]

SultimNews.id, PALU-Pemkot Palu menyiapkan dana Rp 30 miliar, untuk penambahan BPJS kategori pelayanan di ruang kelas 3 rumah sakit. Dana ini diperuntukkan bagi warga yang selama ini membayar iuran BPJS secara mandiri, namun tidak mampu lagi untuk membayarnya. Pembayaran itu juga mencakup penambahan kepesertaan BPJS, bagi warga yang sama sekali belum terdata.

Hal itu dikatakan Wali kota Palu, Drs. Hidayat, Selasa (19/5/2020), saat melaksanakan silaturahmi dengan warga penghuni huntara PUPR Duyu dan warga sekitar Kelurahan Duyu. Acara tersebut sekaligus dirangkaikan dengan buka puasa dan ibadah salat maghrib berjemaah bersama warga.

Selain itu, program bantuan lain bagi warga melalui data terpadu kesejahteraan sosial yang diperuntukkan bagi warga yang berhak. Sehingga nantinya, data warga yang berhak masuk tersebut sudah tercatat sampai bulan Juli 2020.  Hal ini dimaksudkan, agar pihak kelurahan bisa segera melaporkannya, dengan didampingi tim Pendamping Keluarga Harapan (PKH) dan tim Pendamping Kelompok Masyarakat (PKM).

Dalam kesempatan itu, wali kota juga menyampaikan kepada warga untuk secara bersama-sama menepis berbagai isu yang tidak benar di tengah pandemi Covid-19.

“Di tengah mewabahnya virus korona ini, banyak berita-berita yang tidak berdasarkan fakta tersebar di masyarakat,” ujar Hidayat.

Menurutnya, hal itu berbeda dengan suasana bencana alam 28 September 2018 lalu, dengan bencana non-alam yang saat ini sedang dihadapi di hampir seluruh belahan dunia.

Berita hoaks yang tersebar, katanya, akan mengakibatkan keresahan bahkan ketakutan yang berlebihan bagi masyarakat dan membuat daya tahan  tubuh semakin menurun. Sehingga bisa terserang penyakit.

Wali kota berharap agar masyarakat tetap tenang dan menjaga kesehatannya dengan terus disiplin menjalankan hal-hal terkait pencegahan penyebaran Covid-19.

Dalam kesempatan tersebut hadir pula pejabat Kelurahan Duyu, pihak Puskesmas Sangurara, para tokoh masyarakat dan penghuni huntara PUPR Duyu. Di momen silaturahmi tersebut, wali kota memberikan kesempatan kepada warga agar membentuk kelompok usaha sesuai dengan usaha yang akan dikelola semisal pembuatan kerupuk, kue tradisional atau kerajinan tangan. Juga usaha cukur rambut,  atau apa pun yang berkaitan dengan usaha. Hal ini akan difasilitasi pemkot, dalam bentuk barang pendukung usaha.

Tentunya kelompok usaha bersama tersebut, bisa langsung menemui Wali kota Palu dengan melampirkan nama-nama kelompok warga yang mau membuka usaha atau menyampaikannya kepada pihak kelurahan agar langsung ditindaklanjuti. (bas)