Ming. Mar 29th, 2020

Pengangguran di Kabupaten Banggai Tersisa 2,2 Persen

Muhammad Said

SultimNews.id, LUWUK-Upaya pemerintah daerah untuk menekan angka pengangguran di Kabupaten Banggai membuahkan hasil. Saat ini, angka kemiskinan di Kabupaten Banggai mengalami penurunan yang cukup signifikan.

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Banggai, Muhammad Said, mengatakan, angka pengangguran di Kabupaten Banggai berdasarkan survei angkatan kerja nasional yang dilaksanakan pada Februari 2019, mengalami penurunan yang cukup drastis. Jika tahun 2018 terdapat sebesar 3 persen dari total angkatan kerja di Kabupaten Banggai, maka tahun 2019 ini angkanya menurun 0,8 persen atau tersisa 2,2 persen.

“Jadi tinggal sekitar 4 ribu lebih jiwa pengangguran terbuka,” ujar Muhammad Said, saat Rapat Koordinasi Penanggulangan Kemiskinan Daerah Kabupaten Banggai, di ruang rapat Kantor Bappeda Litbang, Senin (16/12).

Hal ini kata dia, mengindikasikan bahwa progres pembangunan ekonomi dari tahun 2018 ke 2019 di Kabupaten Banggai memberikan akses terhadap pencari kerja untuk mendapatkan pekerjaan. Apakah itu formal ataupun non formal.

“Salah satu hal yang dicatat oleh BPS dan paling fenomenal menerima tenaga kerja dengan level pendidikan paling rendah yakni perusahaan tepung kelapa di Desa Kayutanyo,” terangnya.

Pihaknya bersama Kepala BPS Provinsi dan BPS Pusat sebelumnya telah mengunjungi perusahaan asal Srilangka tersebut.

“Saat ini produksi disana baru sebesar 25 persen dari target perusahaan. Tapi, sudah menyerap tenaga kerja sampai 560 orang,” pungkasnya.

Bisa dibayangkan sambung dia, jika perusahaan tersebut mulai berproduksi 100 persen. Angkatan kerja yang dihasilkan bisa mencapai lebih dari 2 ribu orang.

“25 persen dikali empat, artinya ada kurang lebih 2 ribuan tenaga kerja yang direktur oleh perusahaan di Kayutanyo itu. Nah, kalau perusahaan-perusahaan itu berdiri berjejer di seluruh Kecamatan-Kecamatan di Kabupaten Banggai, maka program pemerintah daerah untuk menekan angka kemiskinan sampai ke level terendah akan tercapai. Seperti Tangerang Selatan yang angka kemiskinannya hanya 1,7 persen atau terendah di seluruh Indonesia,” imbuhnya. (and)

error: Content is protected !!