Ming. Mar 29th, 2020

Sistem Keamanan BSM Cabang Luwuk Meragukan

TEMU MEDIA: Pihak BSM saat bertemu dengan sejumlah awak media di Hotel Swissbell Luwuk, kemarin siang (26/2). Foto: Asnawi Zikri

“Sebenarnya mau ada CCTV pun di kepala, mau dikawal pun dalam hal aturan, namun kalau ada niat dari oknumnya pasti akan terjadi (pembobolan,red)”  Andang Aulia

SultimNews.id, LUWUK- Publik mulai meragukan sistem keamanan rekening nasabah di Bank Syariah Mandiri (BSM). Keraguan itu muncul setelah viralnya kasus dugaan pembobolan sejumlah rekening nasabah BSM Cabang Luwuk yang terjadi sejak 2017 silam.

Dugaan pembobolan yang dilakukan oknum karyawan BSM berinisial MAP alias DI itu mengakibatkan uang senilai Rp800 juta lebih hilang dari rekening nasabah.

Kasus ini diproses di Ditreskrimsus Polda Sulteng dan sudah dilimpahkan ke Kejaksaan Negeri (Kejari) Banggai. Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejari Banggai saat ini tengah merampungkan dakwaan agar segera dilimpahkan ke Pengadilan Negeri Luwuk untuk proses persidangan.

Wartawan SultimNews.id mencoba mengkonfirmasi soal sistem keamanan di BSM Cabang Luwuk.

Kepala BSM Cabang Luwuk Andang Aulia menjelaskan, seluruh bank di Indonesia sudah menggunakan sistem keamanan yang diatur sesuai ketentuan yang berlaku. Dan seluruh bank menjamin keamanan nasabahnya. Termasuk BSM.

Setiap aktifitas bank, kata dia, diatur dalam Good Corporate Governance (GCG).

“Sebenarnya mau ada CCTV pun di kepala, mau dikawal pun dalam hal aturan, namun kalau ada niat dari oknumnya pasti akan terjadi (pembobolan,red),” kata Andang kepada awak media di Hotel Swissbell Luwuk, kemarin siang (26/2/2020).

Berita Terkait:

Pertemuan BSM Luwuk dengan Nasabah Belum Membuahkan Hasil

Kuasa Hukum Beber Kronologis Dugaan Pembobolan Rekening Nasabah BSM Luwuk

JPU Rampungkan Dakwaan Kasus Dugaan Pembobolan Rekening Nasabah BSM Luwuk

Bank Syariah Mandiri Luwuk Diduga Bobol Dana Nasabah Mencapai Rp800 Juta

BSM Klarifikasi Dugaan Kebobolan Nasabah Rp800 Juta di Luwuk

Apakah kalau ada niat oknumnya bisa dibobol rekening nasabah? “Iya, pasti (dibobol). Kan banyak kejadian,” jawab dia.

Andang menjelaskan, saat melakukan transaksi, nasabah harus membawa buku rekening dan persyaratan lainnya. Itu wajib dilengkapi. “Jika syarat dan ketentuan dipenuhi, maka nasabah bisa melakukan transaksi sesuai dengan apa yang diinginkan,” papar dia.

Bila tidak dilengkapi apakah bisa dicairkan atau melakukan transaksi? Dadang menjawab tidak bisa.

Ditanya lebih jauh soal bagaimana bisa hingga tersangka MAP bisa ‘membobol’ rekening tanpa memenuhi syarat dan sepengetahuan nasabah? Andang tidak menjawab karena disambar langsung oleh salah satu tim perusahaan BSM bernama Ika, yang diutus ke Luwuk untuk menyelesaikan masalah ini.

Bahkan, Ika mengarahkan wartawan untuk membaca holding statment atau rilis tertulis dari Sekretaris Perusahaan BSM Ahmad Reza yang dikirim sebelumnya.

“Nanti baca holding statment-nya ya. Nanti kami kirim,” kata Ika.

Setelah itu, Andang pergi meninggalkan awak media. Ternyata, Andang melakukan pertemuan dengan kuasa hukum dan nasabah di kantor BSM Cabang Luwuk, kemarin. (awi)

Lihat videonya:

error: Content is protected !!