Ming. Jul 5th, 2020

Warga Biak Blokade Jalan Nasional, Diduga Berawal dari Kasus Asmara

BAKAR BAN: Aksi bakar ban bekas di Jalan Trans Sulawesi Desa Biak, Kecamatan Luwuk Utara, Kabupaten Banggai, tadi malam (9/3). Foto: Istimewa

SultimNews.id, LUWUK UTARA— Sejumlah warga Biak, Kecamatan Luwuk Utara memblokade jalan sembari membakar ban bekas di Jalan Trans Sulawesi, tadi malam (9/3) sekira pukul 18.00 wita.

Aksi protes yang tepatnya dilakukan di atas jembatan Biak ini dikabarkan buntut masalah asmara yang berujung perkelahian pemuda antar desa pada Sabtu (7/3) lalu.

Informasi yang dihimpun, warga kesal karena terduga pelaku belum ditangkap pihak kepolisian, sehingga mereka melampiaskan emosinya dengan cara memblokade sembari membakar ban bekas di jalan nasional tersebut.

Kasat Reskrim Polres Banggai AKP Pino Ary membenarkan aksi blokade jalan ini berawal dari kasus perkelahian antar pemuda.

Dia menjelaskan, kasus ini bermula pada hari Kamis (5/3) lalu. Berdasarkan keterangan saksi, bahwa dua orang pemuda dari desa Biak telah terlibat perkelahian dengan pemuda dari desa Boyou. Perkelahian yang terjadi di kompleks lapangan desa Boyou itu dipicu masalah asmara. Namun malam itu, sudah diselesaikan secara damai.

Tak disangka, Sabtu (7/3) sekira pukul 11.30 wita, sebanyak 8 pemuda desa Biak melakukan pembalasan. Mereka mengamuk hingga terjadi tawuran antar-kelompok pemuda.

Imbas dari perkelahian tersebut mengakibatkan satu korban bernama Ijal (23) mengalami luka di bagian kepala dan telinga.

“Korban saat itu juga langsung dirawat di RSUD Luwuk,” ungkap Pino.

Soal aksi blokade jalan karena kesal dengan lambannya sikap polisi, Pino menampiknya. Kata dia, pihak korban belum membuat laporan polisi.

Saat ini, pihaknya sudah mengarahkan keluarga korban untuk membuat laporan resmi.

“Menunggu keluarga korban membuat laporan, kami arahkan untuk visum dulu. Dan situasi sudah aman terkendali,” kata dia.

Amatan media ini, aksi berlangsung sekira sejam ini mengakibatkan akses transportasi terganggu. Terjadi kamacetan panjang dari dua arah.

Beruntung, pihak keamanan cepat menetralisir keadaan. Sekira pukul 19.00 wita, warga sudah menghentikan aksi sembari membersihkan sisa ban bekas yang dibakar. Dan akses transportasi sudah normal kembali. (awi)